Selasa, 16 Januari 2018

PUISIKU Jeritan HATIKU _ KeEGOISan CINTA _ Qadry Al-Qadry

KEEGOISAN CINTA

Aku melangkah tanpa arah
Memandang tanpa banyang
Meraba tanpa rasa
Tapi aku terus melangkah
Melangkah dan terus melangkah

Aku bertanya-tanya
Apakah ini yang namanya cinta
Sungguh aku tak tau
Apa benar ini yang namanya cinta

Terlalu cepat aku melangkah
Ada tanya tanpa jawaban
Ada langkah tanpa arah
Kenapa ini terlalu cepat

Serpihan demi serpihan luka mulai hilang
Namun kehadiranmu membuatku teringat
Teringat akan luka dimasa lalu
Bukan aku menyesal
Bukan juga aku tak mau

Tapi aku takut
Takut sejarah akan terulang
Disaat cinta diukur dengan harta
Diukur dengan tahta

Aku takut
Takut bahkan sangat takut
Disaat keegoisan cinta tengah mendera
Kegelisahan selalu datang
Rasa takut selalu terbayang

Aku bertanya
Kapankah rasa takut ini lenyap
Lenyap dari hati dan fikiranku

Uepai, 22  Oktober  2017

*** Qadry  Al-Qadri ***

WAKTUNYA UNTUK PULANG

WAKTUNYA UNTUK PULANG

Terlalu jauh aku melangkah
Jalan terjal penuh hambatan telah kulalui
Aku lelah
Aku ingin pulang
Namun aku takut, hati ini merintih

Aku sadar bahwa setiap tindakanku akan ada imbasnya
Mengapa dunia ini tak lagi bersahabat
Apakah ia membenciku
Apakah ia murka kepadaku

Aku sadar bahwa aku salah
Kata maaf tak lagi berarti
Teriakanku tak lagi terdengar

Siapa lagi yang mau mendengar keluh kesahku
Jika telinga dipenuhi dengan dusta
Ketika hati diracuni oleh prasangka

Mungkinkah jika aku terus melangkah
Hingga aku lupa, lupa akan jalan tuk kembali
Mungkin aku akan tersesat

Siapa lagi yang akan menyelamatkanku
Ketika engkau mengabaikanku
Siapa lagi yang akan menegurku
Ketika engkau tak lagi menghiraukanku

Mungkin sudah tiba waktunya
Dimana aku harus menghentikan langkahku
Menunggu engkau datang
Datang menjemputku dan menggenggam tanganku
Seraya engkau berkata
Mari kita pulang, langkahmu sudah terlalu jauh

Istrahatlah,
Kau sudah menemukanku
Kini saatnya kau tuangkan keluh kesahmu
Yang kini telah membuatmu lupa akan dirimu.
Lametono, 10 Desember 2017


***** Qadry  Al-Qadri *****

SENGKETA CINTA _ Qadry Al-Qadri

SENGKETA  CINTA

Wahai engkau;
Sang penggugat cinta
Di pengadilan sandiwara
Sengketa cinta kutunjukan padamu malam ini

Dikala harapan telah sirna
Bersama hati yang telah rapuh
Kini kau hanyalah seorang penggugat
Penggugat yang kalah dalam sidang cinta

Pada hati; yang menggantung pada dahan yang rapuh
Ku ajak kau bangkit kembali
Dikala hati menerima hukuman dusta
Hukum cinta tak berarti lagi

Pada cinta; kau bersandiwara
Bersandiwara dengan penuh dusta
Pada hati; kau bungkamkan rasa
Rasa cinta yang tak merata

Pada pengadilan sandiwara;
Sang penggugat merana dan merasa
Sengketa cinta telah berdusta
Seakan hati terlunta-lunta.


Uepai, 15  Januari 2018
*** Qadry Al-Qadri ***

RINDUKU MENYIKSAKU _Qadry Al-Qadri

RINDUKU  MENYUKSAKU

Gemetar tangan ini;
Hati ini memaksaku untuk menulis
Namun ketika kupegang penaku
Semua sirna; semua hilang;
Apa yang harus ku goreskan dengan penaku

Rasa rindu setelah kepergianku
Membuat nafasku menjadi sesak
Rasa gundah kini bersarang dihatiku

Aku sadar;
Cinta itu bukan melemahkan hati
Membawa tangis dan putus asa
Tapi sebaliknya;
Cinta itu menguatkan hati
Dan menghidupkan pengharapan

Panas pasti ada teduhnya
Hujanpun pasti ada redahnya
Ketika hati dilanda rindu
Sapamu yang menjadi pengobatnya

Mungkin sudah waktunya
Aku harus kembali;
Berbalik arah;
Pada tempat dimana aku menemukanmu.

Uepai, 04 Januari 2018
*** Qadry Al-Qadri ***

PUISIKU Jeritan HATIKU _ Aku Harus Pergi

AKU HARUS PERGI

Semilir angin dihari itu
Berat hati beranjak dari sisimu
Hati ini merintih;
Mengapa waktu terlalu cepat berlalu

Aku tak mau pergi
Aku ingin selalu bersamamu
Menemanimu;
Menghabiskan siang dan malam bersamamu

Disiang hari matahari menjadi redup
Dimalam hari rembulan nampak sedih
Namun apalah daya
Kini waktunya aku harus pergi

Aku sadar;
Inilah hidup;
Segala sesuatunya pasti berlalu
Seiring waktu berjalan
Begitu juga dengan orang-orang yang datang
Dan pergi dari kehidupan kita

Sadar atau tidak aku harus pergi
Dan jika kelak aku terlupakan
Maka kenanglah aku disisa waktuku

Uepai, 25 Desember 2017

*** Qadry Al-Qadri ***

SYAIR MALAM

SYAIR MALAM
“Kehadiran Mu Pengobat Luka Bagiku”

Dikala langit tak berbintang
Malam gelap menjadi kelam
Cinta ini serasa hilang
Hilang diranggut masa yang telah silam

Kehadiran mu membuatku kuat
Kehadiran mu membangkitkan semangat
Semangat untuk bangkit
Bangkit dari keterpurukan

Dinamika dunia begitu bijak
Ketika aku terjatuh dan terpuruk
Engkau hadir memberikan semangat
Menghapus masa lalu yang begitu pahit

Kau ukir pena cintamu
Dalam secarik lembar hatiku
Membalut luka dimasa lalu
Yang kini membuatku semakin kuat

Terimakasih;
Ku lontarkan kata itu untukmu
Atas keikhlasanmu dalam menjamu cintaku

Dan izinkan aku meminjam tanganmu
Untuk menghapus air mata
Yang menyaksikan kepiluanku dikala itu


Lametono, 15 Desember 2017

***** Qadry Al-Qadri *****

PUISIKU Jeritan HATIKU _ Gelisah Tak Menentu

GELISAH TAK MENENTU

Malam itu rembulan bersedih
Melihat kau;
Terdiam;
Terbaring lemah;
Wajah pucat tak bercahaya

Ku bertanya pada bulan jingga
Apakah aku bermimpi
Melihat redupnya senyum diwajahmu

Ku langkahkan kaki ini
Niat hati mendekatimu sayang
Yakinkan padaku; ini bukan mimpi
Dan aku tak rela melihatmu pucat tanpa senyuman

Ku langkahkan kaki ini
Niat hati menatapmu sayang
Duduk disampingmu
Dan menggenggam tanganmu
Bangkitlah sayang
Dengarlah bisikan cintaku
Yang terus merorong ditelingamu

Nikmati sayang,
Biarkan kata-kataku yang membangkitkan semangatmu
Persilahkan jemari ini untuk membelaimu
Izinkan nyamuk dan bisingnya yang menjadi saksi

Dan aku akan melukiskan aksara
Dari keadaanmu malam itu
Bahwa aku akan selalu ada disisimu
Dikala ketidak berdayaanmu

Lametono, 13 Desember 2017

***** Qadry Al-Qadri *****